Sekapur Sirih

Senin, 15 Nopember 2010

Om Swastyastu

Puji syukur dihaturkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, karena atas asung kertha wara nugraha-Nya Web Dinas Kehutanan Provinsi Bali ini dapat terwujud.

Web ini merupakan suatu upaya menuju penerapan E-Government pada Dinas Kehutanan Provinsi Bali,  Kehadiran web ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat tentang Hutan dan Kehutanan di Provinsi Bali serta  pihak-pihak yang terkait dengan pembangunan Kehutanan.  

Karena masyarakat Bali yang dijiwai agama Hindu memiliki keyakinan bahwa Tuhan menciptakan mahluk hidup yang pertama adalah tumbuh-tumbuhan (mulai dari lumut hingga hutan), urutan kedua margasatwa dan terakhir Manusia. Berdasarkan pada tingkatan ini, maka manusia dapat dipandang sebagai “cucu” dari tumbuh-tumbuhan (hutan). Kondisi ini diperingati dengan mengadakan upacara (yadnya = korban suci) setiap 210 hari yang disebut tumpek uduh / wariga yaitu upacara mohon kepada tuhan agar tumbuh-tumbuhan bisa berdaun berbunga, dan berbuah yang lebat serta keberadaannya tetap lestari.

Luas wilayah Provinsi Bali 563.286 Ha atau 0,29 % dari luas kepulauan Indonesia, dengan luas kawasan hutan seluas 130.686,01 Ha yang terdiri dari kawasan daratan seluas 127.271,01 Ha atau 22,59 % dari luas daratan Provinsi Bali, sisanya berupa kawasan perairan seluas 3.415,00 Ha. Sesuai dengan amanat penjelasan UU No. 41 Tahun 1999 pasal 18, ditetapkan bahwa luas kawasan hutan dalam setiap Daerah Aliran Sungai (DAS) dan atau pulau minimal 30 % dari luas daratan.

Potensi dan kondisi sumber daya hutan yang kita miliki belum sesuai dengan yang diharapkan, karena masih banyak dijumpai praktek illegal logging, peredaran hasil hutan illegal, kebakaran hutan dan perambahan hutan. Hal inilah antara lain merupakan penyebab timbulnya lahan kritis, sehingga menurunkan kwalitas DAS dan ekosistemnya. Penurunan ini mengakibatkan menurunnya fungsi dan kemampuan ekosistem hutan sebagai penyangga kehidupan seperti kemampuan untuk menyediakan air bersih untuk pemukiman, irigasi pertanian dan kemampuan menahan laju sedementasi dan erosi.

Berdasarkan realita tersebut, kebijakan prioritas pembangunan kehutanan Bali yaitu peningkatan rehabilitasi hutan dan lahan, peningkatan perlindungan hutan dan konservasi alam, pemantapan kawasan hutan, pengembangan aneka produksi hasil hutan dan komoditi unggulan serta pengelolaan hutan bersama masyarakat dengan sasaran yang ingin dicapai adalah terwujudnya pemulihan dan peningkatan fungsi kawasan hutan, meningkatkan perlindungan hutan, konservasi jenis dan penegakan hukum, penataan kawana hutan yang memenuhi aspek fisik dan legalitas, meningkatkan aneka produksi hasil hutan dan pemanfaatan hutan dan hasil hutan serta meningkatkan pengelolaan hutan bersama masyarakat.

Semoga Bermanfaat

Om Shanti, Shanti, Shanti, Om