Pengelolaan Hutan KPH Bali Tengah

Rabu, 14 Nopember 2012

KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) BALI TENGAH
 
Wilayah KPH Bali Tengah seluas 14.651.32 ha, merupakan gabungan kelompok kawasan hutan di wilayah tengah Propinsi Bali, meliputi 4 kabupaten yaitu kabupaten Badung, Bangli, Buleleng dan Tabanan. Dari segi fungsi semua kawasan hutan yang ada di wilayah UPT KPH Bali Tengah adalah berupa hutan Lindung.
Dari sisi Register Tanah Kehutanan (RTK) terdiri dari :
1.RTK 1 merupakan kelompok hutan Puncak Landep seluas     590,00 ha
2.RTK 2 merupakan kelompok hutanGunung Mungsu seluas 1.134,00 ha
3.RTK  3 merupakan kelompok hutan Gunung Silangjana seluas 415,00 ha
4,RTK 4 merupakan kelompok hutan Gunung Batukau seluas 11.899,32 ha
5.RTK 5 merupakan kelompok hutan Munduk Pengejaran seluas 613,00 ha.
Wilayah KPH Bali Tengah berada pada Sub DAS Sabah Daya, Leh Balian, Oten Sungi dan Pangi Ayung. Sungai-sungai yang melintasi wilayah KPH Bali Tengah sangat banyak karena posisinya yg berada di daerah pegunungan dan menjadi hulku bagi sungai-sungai tersebut.
Tipe iklim di RTK 1 menurut klasifikasi Schimidt dan Ferguson adalah d bagian atas (Selatan) D dan dibagian bawah (Utara) E, namun curah hujan harian tiba-tiba sangat tinggi, sehingga dapat menyebabkan terjadinya banjir dan longsor. Sedangkan di RTK 2 tipe iklimnya D dan E, meskipun musim kering lama, akan tetapi curah hujan harian tinggi, apabila hutan ini gundul, akan terjadi banjir bandang di sekitar desa Panji sampai merembet ke kota Singaraja. Tipe iklim dominan di RTK 3 dan 5 adalah tipe D dan sebagian kecil E. Bila bukit ini longsor dapat mengakibatkan banjir di desa Sudaji dan Penarukan.
Potensi vegetasi kelompok hutan Puncak Landep (RTK 1), Gunung Mungsu (RTK 2) dan Gunung Silangjana (RTK 3) hampir sama, letaknya berjejer dari barat ke Barat ke Timur di atas kota singaraja dan sangat penting artinya bagi persawahan. Vegetasinya terdiri dari hutan hujan tropis yg selalu hijau sep[anjang tahun. Hutan ini ditumbuhi dengan bayur (Pterospermum javanicum), seeming (Pometia spec), dan terep (Arthocarpus elasticus), tetapi keadaannya sudah jarang. Dibagian puncak kelompok hutan ini ditumbuhi oleh cemara geseng (Casuarina junghuhniana) dan semak-semak.
Sedangkan potensi vegetasi kelompok hutan Gunung Batukau masih cukup bagus. Kelompok hutan ini terdiri dari 2 bagian, disisi utara terdiri dari hutan hujan tropis yang vegetasinya seperti salam (Eugeinia polyantha), bayur, kepelan (Manglietia glauca) dan seeming. Di bagian selatan pd puncak-puncak terdiri dari hutan hujan basah, vegetasinya cemara pandak (Podocarpus Imbricata), cemara geseng, seeming, peradah (garcinia spec), Belantih (Homalantus giganteus), bunut dan beringin (ficus), jenis-jenis lateng (Lapartaceae), liana dan banyak jenis anggrek (Orchidaceae).
 
Visi-misi pengelolaan KPH Bali Tengah
Dengan asumsi bahwa pemantapan kawasan hutan secara permanen dapat dilaksanakan dengan baik dan mengacu pada visi pembangunan daerah Bali dan visi Pemerintah Daerah Provinsi Bali yang diterjemahkan dalam program lingkungan hidup dan kehutanan tersebut, maka visi KPH Bali Tengah dapat dirumuskan sebagai berikut:
”Menjadi pengelola hutan di KPH Bali Tengah secara profesional sehingga mampu menjamin berlangsungnya fungsi-fungsi hutan untuk mendukung kepariwisataan alam, konservasi, budaya dan spiritual secara optimal dan lestari melalui pemberdayaan masyarakat sekitar hutan”.
            Visi tersebut didasarkan pada rasionalitas bahwa kawasan hutan di KPH Bali Tengah didominasi oleh fungsi utama sebagai hutan lindung yang sebagian dikeliling oleh hutan konservasi yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA Bali). Selain itu, hutan di KPH Bali Tengah juga dikelilingi oleh desa-desa sekitar hutan, baik desa dinas maupun desa pakraman yang merupakan khas budaya Bali. Selain itu, visi tersebut juga mengandung pengejawantahan dari filsafah masyarakat Bali, yaitu Tri Hita Karana.
            Untuk mencapai visi tersebut, KPH Bali Tengah perlu merumuskan misi yang tidak sederhana tetapi dapat dilaksanakan dalam operasional di lapangan. Misi yang dikembangkan untuk mewujudkan visi pengelolaan KPH Bali Tengah dirumuskan sebagai berikut:
1.      Memantapkan penataan kawasan hutan KPH Bali Tengah menjadi wilayah hutan yang dapat dikelola secara rasional, efektif dan efisien.
2.      Menyusun perencanaan, pemantauan dan evaluasi pengelolaan sumber daya hutan dengan paradigma kehutanan sosial (social forestry).
3.      Melaksanakan kegiatan pengelolaan sumberdaya hutan yang mencakup pemanfaatan, rehabilitasi hutan dan lahan, perlindungan dan konservasi sumber daya hutan, dan pengamanan hutan berdasarkan aturan yang berlaku, keadilan dan kesejahteraan bagi semua pihak.
4.      Melakukan pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar hutan secara kolaboratif dengan tujuan untuk meningkatkan indek pembangunan manusia (IPM) masyarakat setempat.