PENGELOLAAN

Rabu, 14 Nopember 2012

PENGELOLAAN TAMAN HUTAN RAYA NGURAH RAI
 
1. Definisi Taman Hutan Raya
Berdasarkan Undang Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, disebutkan bahwa “Taman Hutan Raya adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau buatan, jenis asli dan atau bukan asli yang dimanfaatkan bagi kepentingan ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi.
 
2. Sejarah singkat berdirinya Taman Hutan Raya Ngurah Rai
Taman Hutan Raya Ngurah Rai ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan No.594/KPTS.II/1993 tanggal 25 September 1993 dengan luas 1.373,50 ha, dan merupakan kawasan hutan yang secara administrasi terletak lintas Kabupaten/Kota. Dalam wilayah Kabupaten Badung seluas 639 ha dan wilayah Kota Denpasar seluas 734,50 ha . Keputusan tersebut ditindaklanjuti dengan Keputusan Menteri Kehutanan No.107/Kpts-II/2003 yang mengamanatkan bahwa penyelenggaraan tugas pembantuan pengelolaan Taman Hutan Raya yang meliputi pembangunan,pemeliharaan,pemanfaatan dan pengembangannya dilaksanakan oleh Gubernur. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi Bali No.2 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah, menetapkan organisasi Dinas Kehutanan Provinsi Bali yang terdiri dari Kepala Dinas, Sekretaris, 4 Bidang dan 4 UPT (Unit Pelaksana Teknis) diantaranya adalah UPT Taman Hutan Raya (TAHURA) Ngurah Rai.
3. Manfaat Hutan Mangrove
     a. Aspek konservasi
        - Mencegah abrasi dan erosi
        - Mencegah intrusi air laut/tsunasi
        - Mencegah kebisingan angin
    b. Aspek bioekologi
      Sebagai tempat berkembang biaknya udang, ikan, kerang, kepiting, burung dan             sebagainya
 c. Aspek Ekonomi
     berfungsi sebagai eko wisata
 
4Potensi Taman Hutan Raya Ngurah Rai.
Kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk tujuan ekowisata berupa :
a.   Rekreasi dan olah raga : Kayaking, Kanoying, Bird watching, Tracking, Fishing.
b.   Wisata Pendidikkan dan Penelitian : Pengenalan ekosistem hutan mangrove, Permainan di alam terbuka, Pengenalan flora dan fauna, melacak satwa.
c.   Wisata Kesehatan : Rehabilitasi, Teraphi dan Meditasi.
d.   Pengembangan diri ( Out bone).
 
5. Pengunjung Wisata Tracking Tahura Ngurah Rai
Pengunjung Wisata Tracking dikenakan Pungutan Retribusi Karcis masuk sesuai Peraturan Gubernur Bali 20 Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2004 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah dengan rincian sebagai berikut:
 
a. Pengunjung Domestik
- Perorangan Dewasa Rp. 5.000,-
- Rombongan Dewasa Rp. 2.000,-
- Perorangan Anak-anak Rp. 2.000,-
- Rombongan Anak-anak Rp. 1.000,
b. Pengunjung Mancanegara
- Perorangan Dewasa Rp. 50.000,-
- Rombongan Dewasa Rp. 20.000,-
- Perorangan Anak-anak Rp. 20.000,-
- Rombongan Anak-anak Rp. 10.000,-,
 
  Jumlah Pengunjung Wisata Tracking tahun 2008, 2009, 2010  dan tahun 2011 sebagai berikut :
 
 

 
NO
 
TAHUN
JUMLAH KUNJUNGAN
JUMLAH TOTAL
JUMLAH PENDAPATAN PAD (Rp)
NUSANTARA
MANCANEGARA
1
2
3
4
2008
2009
2010
2011
3.865
6.606
12.781
18.650
 
 
197
215
377
309
4062
6821
13.158
18.959
25.698.000,-
32.343.000,-
71.366.000,-
114.072.000,-
 
JUMLAH TOTAL
41.902
1.098
43.000
243.479.000,-