KPH Bali Barat

Selasa, 04 Desember 2012

KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) BALI BARAT
 
Latar Belakang
Wilayah KPH Bali Barat seluas 66.763,41 Ha, merupakan gabungan dari kelompok kawasan hutan di wilayah barat Provinsi Bali, didominasi kawasan hutan lindung seluas 59.223,71 Ha (88,71%), sisanya berupa kawasan hutan produksi seluas 7.539,70 Ha (11,29%) dan meliputi wilayah kabupaten, DAS, kelompok kawasan hutan/Register Tanah Kehutanan (RTK), Resort Polisi Hutan (RPH) dan fungsi kawasan hutan.
 
Visi dan Misi Pembangunan KPH Bali Barat
 
Visi Kehutanan Provinsi Bali adalah :Terwujudnya luas dan fungsi hutan yang optimal, aman-lestari, didukung masyarakat dan sumberdaya manusia profesional untuk pembangunan Bali berkelanjutan”.
 
Misi Pembangunan Kehutanan di Provinsi Bali adalah:
1. Meningkatkan efektivitas tata hutan dan penyusunan rencana pengelolaan hutan, pemanfaatan hutan dan penggunaan kawasan hutan, rehabilitasi 
    dan reklamasi hutan, perlindungan hutan dan konservasi alam, sumberdaya manusia dan kelmbagaan serta pemberdayaan masyarakat
2. Mengembangkan aneka produksi hasil hutan bersama masyarakat
3. Meningkatkan profesionalisme dan pelayanan.
         
Visi KPH Bali Barat adalah : ”Menjadi Pemangku dan Pengelola hutan yang profesional sehingga mampu menjamin berlangsungnya fungsi-fungsi hutan secara optimal dan lestari melalui pemberdayaan masyarakat sehingga berdampak pada pemeliharaan budaya dan tujuan wisata, untuk mencapai kesejahteraan masyarakat”
 
Misi Pembangunan KPH Bali Barat adalah :
1.      Memantapkan penataan kawasan hutan KPH Bali Barat secara rasional, efektif dan     efisien.
2.      Mengembangkan sistem birokrasi, tugas pokok dan fungsi yang relevan dengan     profesionalisme dalam pembangunan KPH yang lestari.
3.      Membangun sumberdaya manusia yang tangguh, berkualitas, berdedikasi tinggi dan     profesional untuk membangun/melestarikan hutan serta
         mendukung partisipasi     masyarakat menuju masyarakat sejahtera.
4.      Membentuk jaringan dengan kabupaten/kota dan stakeolders dalam rangka       meningkatkan kualitas lingkungan, sosial budaya dan
         perekonomian rakyat
5.      Melaksanakan kegiatan pengelolaan sumberdaya hutan yang mencakup     pemanfaatan hasil hutan bukan kayu seperti getah pinus, rehabilitasi
         hutan dan     lahan, pengamanan, perlindungan dan konservasi sumber daya hutan, serta     mengembangkan kegiatan wisata alam, wisata
         pendidikan, wisata budaya yang     berwawasan lingkungan, dengan paradigma pemberdayaan masyarakat.
6.      Melakukan pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar hutan secara kolaboratif       dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
         masyarakat setempat.
7.      Menyusun perencanaan, pemantauan dan evaluasi pengelolaan sumber daya hutan      dengan paradigma pemberdayaan masyarakat.
8.      Mewujudkan optimalisasi pengelolaan hutan yang menghasilkan kayu dan non kayu       menjaga kelestarian suberdaya lahan dan air, dan ikut
         memecahkan masalah       kemiskinan masyarakat.
9.      Menjaga dan meningkatkan pelestarian keanekaragaman flora dan fauna beserta      ekosistemnya sebagai penyangga kehidupan.